Tanggal: 31 Desember 2025

Perayaan: Silvester

Warna Liturgi: Putih

πŸ“– Bacaan Pertama

1Yoh. 2:18-21

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.

Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.


🎡 Mazmur Tanggapan

Mazmur 96:1-2.11-12.13

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!

Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,

biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai

di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL – Renungan Harian 31 Desember 2025

Reff. : Alleluya.

Ayat : Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.


✝️ Bacaan Injil

Yohanes 1:1-18

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: β€œInilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;

sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.


πŸ’­ Renungan

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Hari ini kita berada dalam penghujung tahun. Kita bersyukur atas pengalaman penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025 ini. Kita juga diajak untuk bersyukur atas misteri Firman yang menjadi Manusia, sebagaimana kita baca dan renungkan dalam Injil hari ini.

Firman yang menjadi manusia adalah pernyataan kasih Allah yang tidak ingin berjarak, tetapi ingin hadir secara langsung dalam hidup kita. Dalam Yesus Kristus, Allah datang untuk tinggal di antara kita, merasakan penderitaan kita, dan memberikan teladan hidup yang sempurna.

Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus tidak hanya diampuni dari dosa, tetapi juga diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah. Ini adalah transformasi identitas yang luar biasa, mengangkat kita dari kondisi manusiawi menjadi bagian dari keluarga Allah.

Menyambut tahun yang baru, marilah kita juga menyambut Yesus Kristus dengan hati yang terbuka. Biarlah Ia menjadi pusat hidup kita, membimbing dan menuntun kita sepanjang perjalanan hidup kita.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk menjadi saksi-saksi-Nya di dunia ini, membawa terang-Nya kepada orang-orang di sekitar kita. Semoga karena berkat-Nya, kita dapat terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih.


πŸ€– Ringkasan & Refleksi (AI)

Dalam bacaan pertama dari 1 Yohanes, kita diingatkan bahwa kita hidup di akhir zaman, di mana banyak antikristus muncul untuk menguji iman kita. Namun, dengan pengurapan dari Yang Kudus, kita memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kebenaran. Ini mengajak kita untuk tetap teguh dalam iman, meskipun banyak tantangan yang datang dari luar. Sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk membedakan suara yang benar dari yang salah, memastikan bahwa kita tidak terjebak dalam kebohongan yang bisa mengaburkan jalan kita.

Mazmur 96 mengajak seluruh ciptaan untuk bersukacita dan memuji Tuhan, terutama karena Dia datang untuk menghakimi dunia dengan keadilan. Ini mengingatkan kita bahwa meskipun dunia ini penuh dengan ketidakadilan dan kegelapan, Tuhan tetap hadir dan aktif dalam sejarah kita. Dia adalah terang yang tidak pernah padam, yang memberi harapan bagi kita yang percaya. Dengan menyanyikan pujian, kita meneguhkan iman kita dan bersyukur atas keselamatan yang telah Dia berikan.

Dalam Injil Yohanes, kita menemukan inti dari iman kita: Firman yang menjadi manusia. Yesus adalah perwujudan kasih Allah yang ingin dekat dengan kita. Setiap individu yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yang mengubah cara kita melihat diri kita dan orang lain. Ketika kita menyambut tahun baru, kita diajak untuk menjadikan Yesus pusat kehidupan kita. Mari kita berkomitmen untuk menjadi saksi-Nya, membawa terang-Nya kepada orang-orang di sekitar kita dan membagikan kasih karunia yang telah kita terima, sehingga kita dapat terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih di tahun yang akan datang.


πŸ™ Doa

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan di penghujung tahun ini dengan hati yang hening dan penuh syukur. Sambil menatap ke depan, kita diajak mengingat kembali setiap langkah yang telah dilalui, menyimpannya dalam doa, dan menyerahkan hari esok dengan penuh kepercayaan serta harapan baru.

Dalam syukur atas Firman yang menjadi manusia, terimalah ungkapan terima kasih kami atas penyertaan-Mu yang setia sepanjang tahun ini Yesus. Dalam suka dan duka, kehadiran kasih-Mu yang nyata, meneguhkan langkah kami dan menguatkan hati kami untuk terus berjalan dalam terang iman.

Menjelang tahun yang baru, kami mohon bukalah hati kami untuk menyambut kehadiran Engkau sebagai pusat hidup. Biarlah setiap keputusan, rencana, dan harapan dibimbing oleh terang-Mu, sehingga hidup kami semakin selaras dengan kehendak kasih yang menyelamatkan.

Kiranya rahmat sebagai anak-anak Allah sungguh kami hayati dalam keseharian. Kuatkan kami untuk menjadi saksi yang rendah hati, membawa damai, harapan, dan kasih kepada sesama, agar dunia di sekitar kami semakin merasakan terang yang lahir dari iman, harapan, dan kasih. Amin.

Tuhan, curahkanlah rahmat-Mu agar hati kami selalu terbuka bagi kehadiran-Mu. Semoga persatuan kami dengan-Mu membawa berkat bagi orang di sekitar kami. Amin.

Tags: Renungan
Share: X (Twitter) Facebook LinkedIn Whatsapp Telegram

Artikel Lainnya