Tanggal: 4 Januari 2026
Perayaan: HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN
Warna Liturgi: Putih
📖 Bacaan Pertama
Yes. 60:1-6
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.
Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
🎵 Mazmur Tanggapan
Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Dan kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Juga kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
Dan kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
📖 Bacaan Kedua
Ef. 3:2-3a.5-6
— memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.
yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
✝️ Bacaan Injil
Matius 2:1-12
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.”
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu “Selamat” dan pintu-pintu gerbangmu “Pujian”.
Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu.
Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.
Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.
Renungan Harian Hari Ini dan Injil 4 Januari 2026
Penampakan Tuhan kepada tiga orang Majus dari Timur yang kita rayakan hari ini mengingatkan kita akan ciri universal dari keselamatan. Sejak awal, orang-orang yang datang kepada Yesus bukanlah orang-orang Yahudi yang harusnya bergembira karena kelahiran Sang Mesias.
Akan tetapi, mereka yang datang justru para pembesar dari Timur, bahkan juga para gembala yang dianggap sederhana dan tidak begitu diperhitungkan di kalangan Yahudi. Dengan demikian, tepatlah seruan Nabi Yesaya, “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu.”
Demikian juga seruan Rasul Paulus kepada jemaatnya di Efesus. la menegaskan bahwa keselamatan dinyatakan kepada bangsa-bangsa lain; “Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.”
Maka, perayaan hari ini memberi pesan penting bagi kita bahwa Yesus yang lahir adalah Mesias, anak Allah yang menyelamatkan semua bangsa, bukan hanya bangsa tertentu saja.
Seperti orang-orang Majus itu, kita pun mesti antusias mencari dan menjumpai Yesus dalam hidup kita. Kita datang kepada-Nya tanpa perlu mempersoalkan jabatan dan kehormatan yang membatasi niat dan antusiasme untuk mendekati-Nya.
Dan kita juga harus belajar mengakui dan menerima setiap orang dari pelbagai latar belakang yang berbeda. Kita diingatkan untuk gigih mempersembahkan diri kepada Tuhan, tanpa melakukan diskriminasi terhadap kelompok lain.
Tugas kita adalah merangkul dan selalu bersikap terbuka kepada siapa pun yang mendambakan keselamatan dan membutuhkan bantuan kita.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan pertama dari Yesaya menegaskan pentingnya terang Tuhan yang datang untuk mengatasi kegelapan dan kekelaman yang menutupi bumi. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasakan kegelapan dalam bentuk kesedihan, ketidakadilan, dan ketidakpastian. Namun, Yesaya mengingatkan kita bahwa Tuhan hadir sebagai terang yang memulihkan, bukan hanya untuk satu bangsa, tetapi untuk semua. Ini menjadi pengingat bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang, memiliki tempat di hati Tuhan dan dalam rencana keselamatan-Nya.
Dalam bacaan Injil dari Matius, kita melihat orang-orang Majus yang datang dari Timur, simbol dari bangsa-bangsa yang bukan Yahudi, menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias untuk seluruh umat manusia. Ini menegaskan bahwa Allah tidak membatasi kasih-Nya hanya kepada satu kelompok, melainkan mengundang semua orang untuk datang dan menyembah-Nya. Sikap orang-orang Majus yang penuh antusiasme dalam mencari Yesus seharusnya menjadi teladan bagi kita semua. Dalam kehidupan kita, kita diundang untuk mencari Tuhan dengan semangat yang sama, siap untuk menerima dan mengakui kehadiran-Nya dalam berbagai bentuk.
Renungan ini menantang kita untuk merangkul perbedaan dan menghargai setiap orang yang mendambakan keselamatan. Dalam dunia yang sering terpecah belah oleh diskriminasi dan ketidakadilan, kita dipanggil untuk menjadi agen perdamaian yang terbuka terhadap semua. Kita harus bersikap inklusif, mengakui bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan. Dengan demikian, kita bisa menjadi terang bagi orang lain, membagikan kasih dan keadilan Tuhan dalam setiap interaksi kita, menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih penuh harapan bagi semua.
🙏 Doa
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang lapang dan siap diutus. Perayaan hari ini mengajak kita berhenti sejenak, memeriksa kembali arah perjalanan iman, dan membiarkan terang Kristus menuntun langkah. Semoga sabda yang kita dengar tidak berlalu begitu saja, tetapi mengakar dan menggerakkan hidup.
Ya Bapa, dalam doa ini kami bersyukur atas keselamatan yang ditawarkan kepada semua bangsa tanpa batas. Terima kasih atas terang yang bersinar bagi setiap orang, apa pun latar belakangnya. Semoga hati kami semakin peka untuk mengenali kehadiran Kristus dalam diri sesama, terutama mereka yang berbeda dan sering terpinggirkan.
Anugerahkan kami kerendahan hati seperti para Majus, yang berani melangkah, mencari, dan menyembah tanpa terikat gengsi atau status. Bebaskan batin kami dari sikap eksklusif dan rasa paling benar. Bentuklah kami menjadi pribadi yang terbuka, mau belajar, dan rela berjalan bersama siapa pun dalam terang kasih.
Kuatkan kami untuk menjadi tanda keselamatan yang nyata di tengah dunia. Semoga hidup kami memancarkan sikap merangkul, bukan menolak; menyembuhkan, bukan melukai. Jadikan setiap perjumpaan sebagai kesempatan mempersembahkan diri, agar banyak orang dapat merasakan bahwa terang Kristus sungguh hadir bagi semua. Amin.
Ya Tuhan, penuhilah hati kami dengan Roh-Mu agar kami selalu bersemangat untuk mempersembahkan diri kami bagi pelayanan di tengah umat-Mu. Amin.
Artikel Lainnya
-
6 menit bacaan
-
Renungan 5 Februari 2026, Kesetiaan dalam Perutusan Sejati
6 menit bacaan -
Renungan 4 Februari 2026, Membuka Hati untuk Kasih Allah
7 menit bacaan -
Renungan 3 Februari 2026, Belas Kasih yang Mengubah Hidup
9 menit bacaan -
Renungan 1 Februari 2026, Kebahagiaan dalam Kerendahan Hati
9 menit bacaan -
Renungan 31 Januari 2026, Iman yang Tenang di Tengah Badai
8 menit bacaan